Alhasil kata Radhar, politik dan demokrasi negara ini menjadi pragmatis-transaksional, dan hedonis. “Itu semua bisa diubah jika ada 10 % saja dari elit politik yang berani melakukan perubahan. Tapi, saya pesimis karena pengusahanya juga sama-sama berpolitik pragmatis,” pungkasnya. **cea













