Untuk gas, penyerapan oleh buyer cukup menentukan salah satunya kargo LNG di Bontang belum terserap maksimal. Beberapa sumur pengembangan baru, antara lain di Mahakam dan Pangkah, juga masih belum memberikan output produksi yang optimal.
Diharapkan, pengeboran sumur baru di Semester II 2019 akan meningkat seiring dengan estimasi kebutuhan energi yang lebih besar di Semester II 2019.
Sampai akhir Semester I, proyek Gas di TSB Phase 2 dan Seng Segat juga sudah on stream dengan tambahan produksi total 220 mmscfd yang diserap oleh buyer domestik.
“Diharapkan dapat lebih optimal di Semester II 2019. (Lifting gas) Ini juga akan bertambah karena masih ada 6 proyek GAS hingga akhir 2019, dengan estimasi tambahan 280 mmscfd di semester II,” terang Agung.
Menurut Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM itu, SKK Migas bersama KKKS terus berupaya melaksanakan program pengembangan yang berkelanjutan, juga melaksanakan eksplorasi untuk menemukan cadangan migas baru.
Lebih lanjut Agung menerangkan, hingga semester 1 2019 ini, 75% lifting minyak nasional disumbang oleh 5 Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) besar di Indonesia dengan rincian sebagai berikut:
CPI : 194 ribu bopd
EMCL : 220 ribu bopd
Pertamina EP : 80 ribu bopd
PHM : 37 ribu bopd
PHE OSES : 29 ribu bopd















