Sebelumnya Cak Imin bercita-cita menjadi penulis, namun dalam perjalanannya makin kurang bahkan tak lagi memiliki banyak waktu untuk membaca. Sementara membaca itu menurut Cak Imin, sebagai modal dasar agar menjadi penulis yang baik dan berkualitas. “Jadi, bersyukurlah bagi sahabat-sahabat yang masih memiliki banyak waktu untuk membaca,” ungkapnya.
Keluarga besar KH. Bisri Syansuri sendiri memang merasa sangat kehilangan pesantren saat menjadi anggota DPR GR. Sebab, saat itu beliau tak lagi bisa aktif mengajar kitab, ceramah, dan meninggalkan jamaah. “Itulah pahitnya berpolitik bagi santri, dan saya saat ini hanya melanjutkan politik keluarga,” pungkas Cak Imin.














