Ditumpangsari dengan rumput gajah ataupun tanaman sayur-sayuran juga sudah pernah dicobakan. Hasil penelitian menunjukkan karena sistem perakarannya yang dalam bisa memompa unsur hara ke atas supaya bisa digunakan oleh tanaman selanya seperti sayur-sayuran.
Peneliti ekologi dari Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya LIPI Sutomo menambahkan tanaman vetiver akan lebih baik ditanam dengan dikombinasikan bersama rumput gajah untuk menjaga stabilitas tanah dan mencegah erosi dan longsor.
Rumput gajah memiliki kerapatan akar 0,45 kg/m³ dan rasio luas akar 0,21 dan laju pelepasan partikel tanah relatif 0,52.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Friska Siregar dari Universitas Andalas pada 2019 dengan judul penelitian Efektivitas Rumput Vetiver (Vetiveria zizanioides L), Rumput Gajah (Pennisetum purpureum) dan Rumput Raja (Pennisetum tydoides) dalam Mengendalikan Erosi pada Ultisol, penanaman rumput vetiver, rumput gajah dan rumput raja sangat efektif dalam mengendalikan erosi pada tanah ultisol.














