Sisanya akan digunakan untuk modal kerja, termasuk pembelian bahan baku seperti PET dan PP, serta biaya operasional pendukung ekspansi kapasitas. Dengan penambahan mesin tersebut, ASPR menargetkan peningkatan kapasitas produksi secara signifikan dan efisiensi dalam memenuhi permintaan pasar nasional, khususnya di Pulau Jawa yang menjadi pusat distribusi utama.
Ricky menyampaikan ucapan syukur dan terima kasih. “Kami sangat bersyukur atas pencapaian penting ini dan menyampaikan terima kasih kepada Otoritas Jasa Keuangan, BEI, serta Kustodian Sentral Efek Indonesia, para Penjamin Emisi Efek, seluruh pihak yang telah mendukung kesuksesan proses IPO ini. Kami berharap, langkah IPO ini dapat menjadi pijakan strategis dalam memperkuat struktur permodalan dan mempercepat akselerasi pertumbuhan bisnis Perseroan ke depan,” katanya.
Sebagai catatan, PT Asia Pramulia Tbk didirikan pada tahun 1991 dan berbasis di Surabaya. Perseroa memproduksi dan memasarkan kemasan plastik rigid untuk berbagai sektor industri dengan pendekatan B2B, serta mendistribusikan produk melalui jaringan distributor resmi ke berbagai kota besar di Indonesia.
Perseroan telah berkiprah lebih dari 30 tahun di industri kemasan plastik, memproduksi berbagai jenis rigid packaging seperti botol, toples, kemasan cat, hingga kemasan untuk sector farmasi, kosmetik, dan peternakan. Dengan dua fasilitas produksi di Surabaya dan Pasuruan, Perseroan mengandalkan teknologi injection molding dan stretch blow molding serta dilengkapi sertifikasi ISO 9001:2015, HACCP, dan HALAL.Serta PT Asia Pramulia Tbk juga telah bersertifikasi ISO 22000:2018 pada tahun 2025.














