Menurut Direktur Utama KRYA, Dharmo Budiono dalam keterangan yang dilansir di Jakarta, Senin (25/7), dana hasil IPO akan digunakan untuk modal kerja, seperti pembangunan gedung digital entitas anak sebesar 45,1 persen dan selebihnya untuk biaya penyediaan bahan baku material, pembelian perlengkapan kerja, perawatan mesin beserta perangkat pendukung.














