Manajemen ADMR berencana menggunakan dana hasil IPO —setelah dikurangi biaya-biaya emisi— untuk dipinjamkan kepada perusahaan anak, PT Maruwai Coal sebesar 58,83 persen. Sedangkan, sisanya akan digunakan oleh ADMR untuk membayar pokok utang kepada PT Adaro Energy Tbk (ADRO). Per 31 Agustus 2021, jumlah utang ADMR kepada ADRO mencapai USD186,9 juta.
Menurut Presiden Komisaris ADMR, Garibaldi Thohir, ADMR menjadi perusahaan pertama di bawah naungan ADRO yang melantai di BEI dan sebagai salah satu motor pertumbuhan masa depan Adaro Energy.
“Seiring dengan objektif kami untuk memiliki model bisnis yang berkelanjutan bagi Grup Adaro,” ucapnya.
ADMR bergerak di bidang usaha pertambangan batubara metalurgi melalui perusahaan anak.
Masing-masing dari lima perusahaan anak ADMR mempunyai konsesi tambang berdasarkan PKP2B yang berlokasi di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.
Penjualan batubara sampai delapan bulan pertama di 2021 mencapai 1,4 juta ton.















