Selain itu, kata dia, ketersediaan pangan di suatu negara berpengaruh pada kekuatan suatu negara. Oleh sebab itu, ketahanan pangan berbanding sejajar dengan ketahanan suatu negara.
“Pangan juga merupakan komoditas ekonomi yang bisa mendatangkan keuntungan. Contohnya saja pada masa di mana Indonesia memiliki ketahanan pangan yang sangat kuat dan menjadi lumbung padi dunia. Tanaman pangan merupakan komoditas terbesar yang bisa dijual ke luar negeri dan menghasilkan pendapatan yang bisa dimanfaatkan oleh negara,” jelas dia.
Selain ketahanan pangan, kata Jessicha, pilar penting lain untuk mewujudkan masyarakat Indonesia maju dan sejahtera adalah kesehatan yang terjamin.
Karena itu, Jessicha mengapresiasi program Presiden Prabowo Subianto yang diluncurkan pada 10 Februari 2025 lalu, yakni program cek kesehatan gratis atau program CKG.
“Program ini merupakan upaya nyata negara dalam memastikan setiap warga negara mendapatkan hak pelayanan kesehatan tanpa terkendala faktor ekonomi.
Dengan program CKG ini, masyarakat bisa mengetahui lebih awal kondisi kesehatan untuk dilakukan penanganan sejak awal,” tutur dia.
Menurut Jessicha, ketahanan pangan dan kesehatan saling terkait satu sama lain.
Dia menilai kesehatan yang terjamin akan memperkuat ketahanan pangan, karena masyarakat yang sehat memiliki tenaga dan kapasitas untuk mengembangkan sektor pertanian serta ekonomi lokal.















