Jose Tavarez mengajak mahasiswa LPSR yang hadir untuk “flashback” perjalanan ASEAN sejak didirikan oleh lima negara pendiri pada deklarasi Bangkok 8 Agustus 1967. Saat itu, Indonesia bersama Thailand, Singapura, Malaysia, dan FIlipina mendirikan ASEAN.
ASEAN memiliki karakter sejak dahulu hingga kini juga tetap menjunjung politik laur negeri bebas aktif dan tidak berpihak pada poros kekuatan dunia. “Ada pengaruh dari politik bebas aktif Indonesia. ASEAN tidak berpihak pada Barat ataupun Timur,” papar Tavares.
Gadis muda cantik bernama ASEAN ini memiliki daya tarik yang memikat karena memiliki kekuatan dan kekayaan, yakni budaya (culture) dan keberagaman (diversity). ASEAN bagaikan mozaik yang memiliki banyak warna sehingga membuat ASEAN begitu indah dan memikat di mata dunia.
Mozaik berwarna-warni ini melambangkan eksistensi ASEAN yang makin menancapkan pengaruhnya di kancah pergaulan internasional. “Kunci dari kemajuan ASEAN adalah menghargai keberagaman,” tegas Tavares.
Tavarez mengakui banyak sekali negara-negara besar yang ingin melakukan hubungan kerjasama secara komprehensif dengan ASEAN. Negara-negara besar yang menjadi poros dunia saat ini, ASEAN telah berhasil membuat kawasannya aman selama 5 dekade terakhir, sehingga pertumbuhan ekonomi di kawasan ASEAN begitu pesat.















