Namun masih ada tantangan kedepan yang harus dihadapi oleh ASEAN, seperti keamanan Laut China Selatan, konflik di Semenanjung Korea, terorisme, perdagangan manusia, hingga kompetisi dua negara besar dunia, Amerika Serikat dan China. “ASEAN itu sangat seksi, banyak yang naksir, makanya mudah bikin cemburu negara besar. Kalau sering bertemu China, Amerika Serikat cemburu, kalau sering bertemu Amerika, China yang cemburu. Makanya kita selalu coba untuk seimbang pada dua kekuatan dunia ini,” ujar Tavarez.
LPSR yang memiliki Centre for ASEAN PR Studies mendorong agar adanya relasi dan kedekatan sesama negara ASEAN karena jarak masing-masing negara yang berdekatan. Indonesia terutama, harus lebih memebrikan perhatian lebih kepada negara-negara tetangga di ASEAN. ASEAN berdiri diatas cita-cita yang sama diatas keberagaman kultur, budaya, bahasa dan wisata yang bermacam-macam.
LPSR mendorong agar Indonesia memiliki “new relation”, yakni tidak hanya berinteraksi dengan sesama warga Indonesia dalam negeri saja, tapi mulai menjalin interaksi dan kerjasama, baik secara komprehensif maupun people to people dengan amsyarakat ASEAN. “Kita selama ini fokus apda negara-negara jauh. Kita tahu apa yang terjadi di Paris, Washington, tapi kita tidak tahu ada apa di Laos, Kamboja,” kata Prita Kemal Gani, Founder and Director LPSR.















