Apalagi, dari segi pendidikan, semua negara-negara ASEAN memiliki generasi muda yang bertalenta dan punya ratusan kampus berkualitas, sehingga sangat memungkinkan untuk masing-masing universitas dan perguruan tinggi di ASEAN saling bekerjasama secara terbuka satu sama lain. “ASEAN itu market sharenya nomor 3 di dunia. Layaknya gadis cantik, ASEAN diminati oleh banyak pria (negara-negara dunia),” kata Prita.
Acara ASEAN TALK#5 ini diakhiri dengan acara peresmian Pusat Kajian ASEAN untuk Autism (Centre for ASEAN Autism Studies (CAAS), yang merupakan bentuk aprtisipasi LSPR-Jakarta dalam melakukan kajian-kajian komunikasi dan autisme dalam ruang lingkup Health Communication for Autism dan Media and Disability Studies skala regional ASEAN. CAAS diharapkan dapat berperan melakukan berbagai macam kegiatan meliputi penelitian, pendidikan, pengabdian masyarakat, serta konsultasi, workshop, seminar, diskusi, bedah buku, dan publikasi.
ASEAn TALK#5 juga menjadi kejutan bagi Dirjen Kerjasama ASEAN Jose Tavares yang berulang tahun tepat pada hari ini. Prita Kemal Gani selaku founder and director LPSR bersama 50 mahasiswa penyandang autisme memberikan kejutan kue ulang tahun kepada Jose Tavares.















