Gabungan jumlah kursi Partai Golkar, Nasdem, dan Hanura mencapai 24 kursi.
Ahok sebenanrnya hanya butuh minimal 22 kursi sebagai syarat pencalonan.
Ahok pun menyebut pencalonan melalui jalur partai sebagai “jalur mudah”, dibanding “jalur sulit” melalui jalur independen.
Teman Ahok pun menyatakan mereka siap “pasang badan” apapun jalur yang dipilih Ahok.
“Mereka yang mendukung Ahok maju melalui tiket partai politik merata di semua segmen pemilih. Baik pemilih laki-laki maupun perempuan, mereka yang beragama Muslim maupun Non Muslim, para pemilih muda maupun pemilih lansia, mereka yang berpendidikan tinggi maupun rendah, mereka yang berekonomi mapan maupun wong cilik, mereka yang beretnis Jawa maupun Betawi, dan hampir merata di semua pendukung partai politik,” terangnya.
Di pemilih berusia muda (20-29 tahun), 43.90 % menyatakan bahwa mereka mendukung Ahok maju sebagai calon gubernur dari jalur partai.
Hanya 27.90 % pemilih segmen muda ini yang tidak mendukung Ahok maju melalui Partai Politik.
Di antara para pendukung partai, mayoritas menyatakan bahwa mereka mendukung Ahok maju melalui jalur partai politik.
Misalnya di konstituen Partai Golkar, sebesar 55.0 % menyatakan mendukung Ahok menjadi calon gubernur melalui partai politik.















