Ada tiga alasan elektabilitas itu belum aman, pertama, publik belum merasa aman dengan permasalahan ekonomi. Kedua, Jokowi rentan terhadap isu primordial. Ketiga merebaknya isu buruh negara asing. “Tiga isu ini akan menjadi isu kunci yang menentukan kemenangan Jokowi dalam pilpres nanti. Jokowi akan makin kuat dan perkasa jika tiga isu ini dikelola dengan baik. Dan sebaliknya Jokowi akan melemah jika tiga isu ini terabaikan,” katanya.
Adjie mengatakan, LSI membagi ke dalam tiga divisi para bakal capres penantang Jokowi. Divisi 1 adalah tokoh/capres yang popularitasnya di atas 90 persen. Dari nama-nama yang akan bertarung hanya Prabowo Subianto yang masuk ke dalam Divisi 1. Divisi 2 adalah tokoh/capres yang popularitasnya diantara 70-90 persen. Tokoh masuk ke dalam divisi 2 ini hanya Anies Baswedan dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Divisi 3 adalah tokoh/capres yang popularitasnya di antara 55-70 persen. Tokoh yang memenuhi kriteria ini hanyalah Gatot Nurmantyo.
LSI juga memprediksi akan ada cawapres berlatar belakang militer, ada 3 nama yang paling potensial menjadi cawapres. Ketiga nama tersebut antara lain, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan popularitas sebesar 71,2 persen, Gatot Nurmantyo dengan popularitas sebesar 56,5 persen, dan Moeldoko dengan popularitas 18,0 persen.












