Dari bursa cawapres berlatar belakang Islam, ada 2 nama yang punya peluang dibanding tokoh yang lain. Kedua nama tersebut adalah Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar (Cak Imin) popularitasnya sebesar 32,4 persen. Selanjutnya Gubernur NTB TGH M. Zainul Majdi (TGB), yang popularitasnya sebesar 13,9 persen.
Dari bursa cawapres dari latar belakang partai politik, ada 2 (dua) nama yang mungkin muncul, yaitu Airlangga Hartarto, sebagai Ketua Umum partai Golkar dan Budi Gunawan. Dari bursa cawapres profesional ada 4 nama yang diprediksi punya peluang sebagai cawapres. Yaitu 2 nama dari adalah tokoh yang masuk dalam kabinet kerja Jokowi yaitu Susi Pudjiastuti dan Sri Mulyani. Dan tokoh pungusaha mewakili wilayah barat dan timur. Yaitu Chairul Tanjung pengusaha sukses dari Jakarta dan Aksa Mahmud, pengusaha sukses berasal dari Sulawesi Selatan.
Adjie menambahkan, hal lain perlu dipertimbangkan dalam pilpres 2019 adalah cooperation. Istilah ini mengacu pada competition dan cooperation: berkompetisi kemudian bekerja sama. Agar terbentuk pemerintahan yang kuat, capres yang bertarung dalam pemilu dapat bekerjasama setelah selesai pemilu. Dua capres utama bisa membentuk pemerintahan bersama. Yang menang mengajak yang kalah masuk dalam pemerintahan baru.












