SURABAYA -Hasil panen tanaman kedelai di Jawa Timur 2013 turun 24.703 ton. Jika tahun 2012 panen kedelai mencapai 361.986 ton, kini hanya tersisa 337.283 ton. Pasalnya, tahun 2013 terjadi penurunan luas lahan tanam yang mencapai 9.450 hektare. Data Badan Pusat Statistik Jatim mencatat luas panen kedelai di Jawa Timur 2013 hanya 211.360 hektare. Luas itu menurun dibanding tahun 2012 yakni 220.815 hektare. “Penurunan luas tanam kedelai di Jatim tersebut, sehingga hasil panen pun turun,” ujar Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian Jawa Timur, Ahmad Nur Falakhi, Rabu (20/11).
Ahmad menjelaskan, produksi kedelai kita masih dikisaran 337 ribu ton, sedangkan kebutuhan konsumsi kedelai masyarakat Jawa Timur sekitar 420 ribu ton per tahun. Karena produksi kita masih minus dibanding kebutuhan konsumsi, mau tidak mau sisanya kita masih harus impor dari luar. “Selama ini sentra kedelai seperti Pacitan, Pasuruan, Bojonegoro memang surplus kedelai. Namun, secara kumulatif di tingkat provinsi masih minus, Kekurangannya memang tidak bisa dipacu dengan penanaman, sebab luasan lahan cenderung berkurang dan berganti dengan tanaman lain,” ungkapnya.
Ahmad menilai penanaman kedelai memerlukan musim panas yang agak panjang. Kondisi tersebut bertolak belakang dengan kondisi cuaca 2013 yang memiliki musim penghujan lebih banyak. “Berkurangnya luas panen karena petani memilih menanam padi dibanding kedelai, sebab air tersedia di dua musim tanam atau lebih,” tuturnya.















