Selain itu, ia mendorong pengurus cabang untuk memanfaatkan berbagai fasilitas yang telah disediakan oleh PP ISKA, seperti media daring ISKA Channel YouTube, Jendela Nasional, penerbitan buku, serta seminar nasional.
“Kegiatan ISKA harus strategis dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Tidak harus dalam jumlah besar, tetapi yang terpenting adalah tetap aktif dan relevan,” ujar Luky.
Aturan Organisasi
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PP ISKA, Dr. Ch Arie Sulistiono, mengingatkan agar ISKA Cabang Pekalongan memahami aturan organisasi serta meninjau aktivitas cabang lain sebagai referensi untuk mengembangkan program yang bermanfaat bagi gereja dan masyarakat.
Moderator ISKA Cabang Pekalongan, Romo Yohannes Suratman, menyambut baik kebangkitan kembali ISKA di Kota Pekalongan.
Ia berharap organisasi ini dapat semakin mendukung peran kerasulan di kalangan imam dan awam Katolik di tengah keberagaman umat di Pekalongan.
“Semoga kehadiran ISKA mampu menjadikan Pekalongan lebih harmonis dengan memperkuat kehadiran umat Katolik yang ramah dan penuh cinta kasih. ISKA juga harus berperan nyata dalam masyarakat seperti yang telah dilakukan oleh para tokoh umat dan pastor parokinya selama ini,” ujar Romo Suratman.















