Kisyuwono berharap, fasilitas kredit baru tersebut dapat memberikan dampak positif jangka panjang terhadap kinerja keuangan Perseroan.
Yakni, dengan mengurangi eksposur valuta asing Perseroan yang akan berpengaruh pada laba rugi Perseroan. Sementara peningkatan kapasitas produksi bank TBR diharapkan dapat mendukung penjualan Perseroan secara berkelanjutan.
Total liabilitas GJTL per September 2024 mencapai Rp10,75 triliun, naik 1,18% dari Rp10,62 triliun per Desember 2023.
Ini terdiri atas liabilitas jangka panjang Rp5,63 triliun dan liabilitas jangka pendek Rp5,11 triliun.
Adapun jumlah asset GJTL per 30 September 2024 sebesar Rp19,89 triliun,dan ekuitas Rp9,14 triliun.
Per September 2024, GJTL meraih penjualan bersih sebesar Rp13,44 triliun, naik 6,9% dari Rp12,57 triliun per Desember 2023.
Dari penjualan itu, GJTL melaba Rp988,55 miliar pada Januari-September 2024, melonjak 41,36% jika dibandingkan Rp699,27 miliar pada Januari-September 2023.














