“Enak benar jadi Hakim. Bisa bentak-bentak orang dan bisa memasuki orang dalam penjara pula.”
Semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk sukses di Jakarta. Lahir dan dibesarkan di kampung bukan berarti tidak memiliki kesempatan. Banyak tokoh besar yang sukses, datangnya dari kampung. Sebut saja Joko Widodo, Jusuf Kala, Fadel Muhamad atau Aburizal Bakrie. Tentu masih banyak lagi toko besar yang berasal dari kampung.
Kemauan dan tekad yang tinggi menjadi modal besar untuk meraih kesuksesan di Jakarta. M. Solihin, SH. MH. anak seorang transmigran Lampung pada tahun 1948, merupakan salah satu potret keberhasilan orang tua transmigran. Solihin demikian pria kalem ini biasa disapa mengaku ayahnya adalah transmiran pertama dari Jawa yang dikirim Belanda ke Desa Ramat Aji, Batang Hari Noban, Lampung Timur, Lampung pada tahun 1948.
Sebuah desa kecil di Lampung Timur menjadi saksi sejarah Solihin merajut mimpi menjadi seorang penegak hukum. Awalnya bercita-cita menjadi hakim tetapi kandas. Dia pun kemudian memilih menjadi seorang advokat. Semuanya diraih dengan kerja keras tanpa lelah. Cita-cita menjadi hakim itu muncul ketika Solihin sadar bahwa hakim adalah profesi paling superior di bumi karena bisa menghukum seseorang yang diyakininya bersalah.














