Sehingga nantinya, dukungan kepada Pramono-Rano itu benar-benar tidak tergoyahkan ketika pemilihan 27 November mendatang.
“Kami tidak ingin ada gangguan-gangguan dari kelompok-kelompok yang kemudian ingin menafikan bahwa elektabilitas Pramono ini udah melebihi 50 persen,” urainya.
“Intinya, kami menjaga agar satu putaran itu tidak diutak-atik lagi,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Jusuf Rizal menjelaskan dukungan MADAS Nusantara kepada Pramono-Rano karena program yang ditawarkan keduanya senafas dengan garis perjuangan Madas Nusantara.
“Program dari Madas Nusantara ingin melindungi, membina dan mensejahterakan keluarga besar warga Madura, dan direspon sangat baik oleh pasangan Pramono-Rano. Dan itu terlihat dalam debat kandidat bagaimana komitmen keduanya melindungi pedagang-pedagang kaki lima,” ucapnya.
Selain itu, Madas Nusantara juga mengusulkan pembentukan Balai Latihan Kerja (BLK).
Usulan ini juga mendapat sambutan positif dari Pramono-Rano.
“BLK ini memang dibutuhkan oleh warga Madura yang rata-rata pekerja non formal, bisa berupa advokasi, bisa berupa peningkatan kompetensi, bisa sertifikasi sampai kemudian mereka punya kemampuan agar nantinya bisa menyesuaikan dengan revolusi industri, perkembangan teknologi yang ada saat ini,” imbuhnya.













