SURABAYA-Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur terus meningkatkan pengamanan di wilayah Jawa Timur menyusul adanya indikasi akan terjadi kerusuhan di beberapa daerah dalam pemilu 2024 mendatang.
Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Imam Suganto mengungkapkan, telah melakukan pemetaan pada daerah-daerah yang rawan rusuh atau gangguan kantibmas tersebut
“Kami sudah petakan dan kawasan paling rawan ya Madura dan Pasuruan, seperti pada pemilu 2019 silam,” papar Kapolda saat memberikan kuliah tamu dan deklarasi komitmen menjaga Pemilu Damai 2024 di Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya, Kamis (18/1).
Menurut Kapolda, pada pemilu 2019 lalu, empat kabupaten di Madura mulai dari Bangkalan, Sampang Pamekasan dan Sumenep serta Pasuruan mengalami gangguan Kamtibmas.
Ada 12 kejadian kerusuhan.
Salah satunya pembakaran kantor Polsek Tambelang di Sampang.
Untuk mengantisipasi kejadian serupa, Kapolda mengatakan pihaknya terus melakukan pendekatan kepada masyarakat dan memberi edukasi agar masyarakat dapat menerima hasil pemilu dengan lapang dada.
“Siapapun pemenangnya nanti, masyarakat harus tetap rukun, dan tidak boleh terpecah belah hanya karena adanya perbedaan pilihan,” tegasnya.
Sebelumnya, Polri merilis ada 2 provinsi yang rawan rusuh pada pemilu 2024 mendatang, yakni Jawa Timur dan Papua.
Hal tersebut dinilai berdasarkan indeks potensi kerawanan jelang pemilu 2024 yang disusun Polri.
Penyusunan indeks potensi kerawanan Pemilu ini dilakukan dalam 2 tahap yang dimulai Agustus 2022 silam.
Tahap pertama ada 3 provinsi yang masuk dalam kategori rawan yakni Jawa Barat, Maluku Utara dan Sulawesi Utara.
Sementara 2 propinsi yang sangat rawan yaitu Papua Barat dan Papua.
Kemudian tahap 2 dilakukan pada Februari 2023.
Hasilnya ada 2 propinsi yang masuk kategori rawan, yaitu Maluku Utara dan Papua Barat.
Sedangkan yang masuk kategori sangat rawan adalah Jawa Timur dan Papua.
Karena itu, Kapolda mengajak seluruh masyarakat dan para mahasiswa terus meningkatkan kewaspadaan agar mengantisipasi gesekan-gesekan yang akan terjadi.
Kuliah Umum dengan polri ini di Universitas Muhamadiyah Surabaya merupakan satu doktrin ta’awun Muhammadiyah dalam hal kebaikan dan ketaqwaan.













