Masyarakat, kata Nurdin, sudah mengetahui di negeri ini hanya sekitar tujuh konglomerat yang menguasai bisnis minyak goreng. “Jokowi harus bisa dan berani memberantas mafia di sektor ini. Dulu ketika saya, dirikan Koperasi Distribusi Minyak Goreng, para mafia kalang kabut, karena tak bisa bermain. Namun akhirnya saya dimasukkan penjara,” terangnya.
Nurdin menceritakan, saat krismon harga minyak goreng mencapai Rp8000/kg. Dengan keberadaan koperasi distribusi harga minyak goreng secara perlahan turun, akhirnya mencapai Rp2000/kg. “Saat itu, Bulog yang sudah diberi modal Rp600 miliar belum mampu menstabilkan hanya migor, dananya habis untuk membeli migor, namun harga belum turun-turun,” pungkasnya. (ek)












