JAKARTA-Pengamat Energi, Rahmad Pribadi mensinyalir upaya pengalihan isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di Indonesia merupakan skenario sistematis menghancurkan pemerintahan mendatang dengan melakukan kampanye negatif terhadap beberapa tokoh yang disebut-sebut mempunyai potensi menjadi orang nomor satu di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam kabinet Joko Widodo (Jokowi)- Jusuf Kalla (JK).
“Ini dapat dikatakan sebagai “debat capres lanjutan” terkait ketahanan energi yang merupakan isu terakhir dalam debat tersebut. Jika tidak ditangani dengan baik, kedua isu akan berakibat buruk pada akhir masa bakti Presiden SBY,” ujar Rahmad Pribadi di Jakarta, Kamis (28/8).
Menurut Rahmad, isu energi dalam debat capres terakhir sebenarnya membuka secara gamblang kepada masyarakat bahwa ada praktik-praktik bisnis yang tidak benar dalam dunia permigasan dan adanya keterlibatan mafia migas terhadap salah satu tokoh sentral dalam capres-cawapres tersebut.
“Kelangkaan BBM ini salah satunya merupakan permainan mafia migas pasca mundurnya Karen Agustiawan sebagai Direktur Utama Pertamina. Jadi orang mulai menduga adanya benang merah antara mundurnya Karen dan kelangkaan BBM yang sekarang terjadi. Dan sekarang, siapapun yang memiliki potensi menjadi Menteri ESDM mulai dihantam berbagai isu,” ujar Rahmad yang lulusan Harvard University dan University of Texas at Austin ini.














