Karena itu, dia meminta Presiden SBY yang dikenal sebagai stabilisator ekonomi makro, sosial dan keamanan, harus turun dengan terhormat.
“Kalau isu-isu seputar energi tak terselesaikan, bisa muncul anggapan bahwa SBY meninggalkan pekerjaan yang belum tuntas kepada Jokowi-JK. Bangsa Indonesia harus menghormati Presiden, baik ketika terpilih, memerintah ataupun turun, karena merupakan simbol negara,” pungkasnya.














