JAKARTA-Perilaku mafia diberbagai sektor bisnis, termasuk di BUMN telah menyebabkan koperasi tidak tumbuh dan berkembang besar di Indonesia.
“Mafia itu memang yang terbesar dari badan usaha milik negara (BUMN) seperti Migas, Pertamina, PLN, Bulog, perbankan, semua kementerian, perusahaan negara dan sebagainya menyangkut kehidupan dan hajat hidup rakyat. Inilah antara lain yang membunuh koperasi sebagai soko guru-pondasi perekonomian bangsa ini,” kata anggota Komisi VI DPR, Refrizal dalam dialog “Koperasi Pilar Ekonomi Negara” bersama Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia .A.M. Nurdin Halid dan pengamat politik Boni Hargens di Gedung DPR RI Jakarta, Kamis (11/9/2014).
Lebih jauh kata Refrizal, DPR akan melakukan pengkajian bersama Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) dan kampus-kampus guna menyamakan persepsi terkait masuknya koperasi sebagai salah satu pilar negara.
“Kita diskusikan dan kaji lebih jauh dengan melibatkan Lemhannas dan kampus-kampus terkait,” ungkapnya
Refrizal mengatakan, saat ini ada empat pilar negara yang disepakati yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Pancasila, kata Refrizal, dikeluarkan dari empat pilar itu dan ditempatkan ke posisi yang lebih tinggi atau berada di atas pilar lainnya.














