“Posisi Pancasila yang sudah dikeluarkan dan ditempatkan pada posisi yang lebih tinggi digantikan oleh koperasi,” ungkapnya
Nurdin Halid sepakat dengan gagasan Refrizal menempatkan Pancasila di atas pilar-pilar lainnya, karena dia adalah dasar negara. Sehingga empat pilar saat ini terdiri dari UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan Koperasi.
“Inilah mimpi besar kami dalam membangun fundamental ekonomi nasional. Draf konsep koperasi sebagai pilar negara pun bisa terwujud,” katanya.
Nurdin Halid mengatakan, koperasi adalah satu-satunya sistem dan alat milik asli Indonesia untuk mewujudkan negara kesejahteraan yang riil. Sementara keempat pilar bangsa lainnya bersifat abstrak berupa nilai-nilai dasar, visi, spirit, dan cita-cita.
“Buktinya setelah 69 tahun merdeka, negara kesejahteraan yang berkeadilan masih jauh panggang dari api. Itu karena kita mengingkari gotong-royong dalam koperasi sebagai jatidiri keindonesiaan kita,” katanya.
Karena itu, Nurdin Halid sangat berharap Presiden terpilih Joko Widodo dan Wakil Presiden terpilih Jusuf Kalla menjadikan koperasi sebagai soko guru dan pilar ekonomi bangsa Indonesia.
“Kalau kita belajar dari pengalaman krisis ekonomi tahun 1998, semua perusahaan konglomerasi melarikan diri ke luar negeri. Yang tertinggal hanya koperasi dan itulah yang membuat Indonesia bertahan dan keluar dari krisis,” pungkasnya. (ek)














