JAKARTA-Badan Pusat Statistik (BPS) menegaskan pemicu tekanan inflasi disebabkan oleh kenaikan harga tiket pesawat. Hal ini terutama pergerakan harga barang pada Desember 2019.
“Terutama menyusul meningkatnya permintaan jasa transportasi menjelang liburan Natal dan Tahun Baru,” kata Kepala BPS Suhariyanto dalam jumpa pers di Jakarta, Senin, (2/11/2019).
BPS memproyeksikan ancaman inflasi di akhir tahun lebih banyak bersumber dari sub-kelompok transportasi yakni angkutan udara. Karena harga komoditas yang rentan bergejolak seperti di kelompok pengeluaran bahan makanan, misalnya beras, diperkirakan stabil atau mengalami volatilitas harga yang rendah.
“Dari sisi makanan adalah stabil di bulan ke-12, tapi yang mesti diwaspadai adalah tarif angkutan udara. Biasanya, tiket permintaan naik maka akan terjadi kenaikan di harga tiket juga,” tambahnya.
Setiap tahunnya pada Desember diyakini sebagai momentum konsumsi tinggi yang rentan meningkatkan inflasi, selain momentum Ramadhan dan Idul Fitri di pertengahan tahun.
Suhariyanto memaparkan harga kelompok pengeluaran bahan makanan memang meningkat dalam beberapa waktu terakhir, namun masih dalam level yang rendah.
“Harga beras saya tidak khawatir sebab beberapa bulan terakhir meskipun harga gabah level petani naik sekitar satu persen, tapi level grosir dan eceran hanya naik sekitar 0,12 persen. Harga beras diperkirakan stabil di Desember 2019,” ujar dia.













