BOGOR-Mahasiswa harus memiliki karakter, cerdas dan memiliki sense of crisis agar tidak mudah dipengaruhi oleh berbagai pendapat yang berseliweran di dunia maya dan demi masa depan Indonesia yang berketahanan nasional.
Ketidakmampuan mahasiswa dalam membedakan nilai yang baik atau buruk, yang merusak atau membangun serta yang bernuansa provokasi atau bernuansa mewujudkan persatuan, akan menempatkan Indonesia di masa depan rapuh.
Alasannya adalah para mahasiswa adalah agent of change dan sekaligus calon pemimpin masa depan.
Demikian ditegaskan oleh Alumnus PPSA XXI Lemhannas RI, Caturida Meiwanato Doktoralina yang juga dosen Universitas Mercu Buana kepada para Mahasiswa Fakultas Teknik Arsitektur Universitas Mercu Buana Jakarta, yang merupakan peserta gladi kepemimpinan di Villa Purnama, Bogor, Jawa Barat, Juat (13/3/2020).
Dalam pembekalannya yang berjudul, “Menciptakan Pemimpin Berintelegensi, Berintegritas, dan Bersosiabilitas”, Caturida Meiwanto Doktoralina menegaskan, zaman sudah berubah. Dunia yang dihadapi oleh bangsa Indonesia termasuk para mahasiswanya adalah dunia nyata dan dunia maya.
Kedua dunia ini akan menjadi tantangan nyata bagi para mahasiswa dalam mendidik dirinya sebagai calon pemipin masa depan yang berkarakter, berintegritas, berkemampuan bersosialisasi dan memiliki sense of crisis.














