Dia juga menitipkan kepada mahasiswa Hindu untuk terus menggelorakan Aku Cinta Indonesia (ACI). Mahasiswa harus berjuang di dalam mengelorakan ACI dengan cara melawan produk barang dan jasa asing dengan cara memperkuat produk dalam negeri.
Menghadapi Pasar Bebas Asean Economic Comumunity(AEC) 2015, dia menegaskan, bahwa Jatim telah siap dalam menghadapinya. Tahun 2012, PDRB Jatim mencapai 1.1001,72 dan pada tahun 2013 meningkat sebesar 1.136,33.
Dari jumlah tersebut, kinerja perdangangan antar pulau meningkat pesat. Pada semester I tahun 2014 Jatim mengekspor sebanyak Rp. 199,670 trilliun dan mengimpor sebanyak Rp. 157.341 trilliun. Artinya, terdapat surplus perdagangan sebesar Rp. 28, 415 trilliun dari perdagangan antar pulau.
Saat ini, jumlah UMKM di Jatim sebanyak 6.825.931 mampu menyerap tenaga kerja sebesar 11.117.439. Dari jumlah tersebut terdiri dari usaha kecil sebanyak 3,84, menengah 0,45 dan mikro 94,71 persen.
“Kami akan terus menstandarisasi produk barang dan jasa yang akan masuk ke Jatim,” imbuhnya.
Diharapkan, mahasiswa dapat berperan aktif menghadapi AEC 2015. Mahasiswa harus memanfaatkan peluang yang ada dan meningkatkan kapabilitas diri agar bisa menjadi SDM berkeahlian yang dapat bersaing di era global.














