Robot dengan mekanisme tersebut juga dimungkinkan untuk digunakan dalam lingkungan industri maupun lingkungan alam seperti gua, tanah, dan jalan berbatu.
“Produk ini merupakan prototype yang masih akan kami kembangkan. Masih banyak hal yang harus dicoba seperti pengaplikasian feedback control, image recognition, GPS, serta proses pembuatan produk yang lebih dapat diandalkan,” jelas Yosua.
Yosua juga memaparkan bahwa selama ini mereka hanya mengandalkan teknologi 3D printing sehingga masih banyak yang harus dilakukan untuk menyempurnakannya. Robot SRHR ini baru dilakukan uji coba fungsi modul dan pergerakannya saja. Robot ini didesain sesederhana mungkin sehingga dapat dikembangkan lebih lanjut oleh pengembang lain.
“Diharapkan nantinya robot ini akan berguna untuk membantu misi pencarian dan penyelamatan pada bencana di Indonesia,” tuturnya.
Pembuatan prototype robot ini merupakan bagian dari Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diselenggarakan dan di biayai oleh Dirjen Belmawa Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Hasil prototype robot ini telah ditampilkan dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-31 di Universitas Negeri Yogyakarta 2018.
Pengembangan SRHR ini dilakukan di bawah Fakultas Teknik, Program Studi Teknik Mesin, Unika Atma Jaya. Selain Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik Unika Atma Jaya juga membuka Program Studi Teknik Elektro, Teknik Industri, dan Sistem Informasi dengan kurikulum yang terus mengikuti perkembangan zaman dan sertifikasi yang berguna sebagai bekal di dunia industri.













