Plt. Direktur Utama BPOLBF, Dwi Marhen Yono, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat.
Ia menegaskan bahwa Mai Hang Food Festival & Weekend at Parapuar merupakan ruang yang mampu menghidupkan kreativitas masyarakat.
“Mai Hang Food Festival & Weekend at Parapuar kembali menunjukkan bahwa Labuan Bajo bukan hanya destinasi wisata bahari, tetapi juga rumah bagi kuliner lokal, UMKM kreatif, dan budaya yang kaya, yang dapat dinikmati di kawasan perbukitan Labuan Bajo. Labuan Bajo bukan hanya laut, nuansa perbukitan dengan pemandangan hamparan kota Labuan Bajo di malam hari seperti di Parapuar sangat memanjakan mata,” jelasnya.
“Kehadiran ratusan pengunjung dan puluhan UMKM saat ini adalah bukti bahwa ruang-ruang publik seperti Natas Parapuar sangat dibutuhkan untuk menggerakkan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil 1 Abang dan None Jakarta 2025, Abang Renal dan Non Miskah yang memberikan kesan mendalam mengenai kunjungan mereka ke Labuan Bajo.
Non Miskah menyampaikan kekagumannya terhadap Natas Parapuar dan lingkungan sekitarnya.
“Saya terpesona dengan keindahan alam Labuan Bajo yang masih begitu asri. Masyarakatnya sangat ramah, dan suasananya begitu menyenangkan. Saya ingin kembali lagi bersama keluarga dan sahabat,” ujarnya.















