Selain itu, kata Liya, PPEKRAF DPD Jawa Barat perlu memperluas pasar melalui pemanfaatan teknologi dan pemasaran digital, ekraf membantu UMKM menjangkau pasar yang lebih luas, tidak hanya di Bandung, tetapi juga secara nasional dan internasional. Dengan inovasi dan kreativitas, UMKM yang menerapkan prinsip ekraf dapat bersaing lebih efektif di pasar yang kompetitif.
Dengan akses Pendanaan, sambung Liya, ekonomi kreatif juga mempermudah UMKM dalam mengakses berbagai sumber pendanaan, seperti pinjaman modal. Tak hanya itu, Ekraf mendorong UMKM untuk melakukan digitalisasi dalam berbagai aspek bisnis mereka, mulai dari produksi, pemasaran, hingga pelayanan pelanggan.
Kandidat Doktor dari Universitas Negeri Jakarat itu menilai bahwa peningkatan nilai produk, perluasan pasar, dan akses pendanaan yang lebih baik pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM di Kota Bandung . “Ekonomi kreatif berperan penting dalam memajukan UMKM. Dengan inovasi, teknologi, dan perluasan pasar, UMKM dapat berkembang lebih pesat dan memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian kota,” pungkasnya.














