JAKARTA-Bank Indonesia berjanji inflasi dan indikator stabilitas makro ekonomi lainnya akan terjaga sesuai nilai fundamental, meskipun kegiatan ekonomi tahun ini akan dipengaruhi masifnya Pemilihan Kepala Daerah dan persiapan menjelang Pemilihan Presiden 2019.”Setiap kali kita melakukan agenda besar politik, stabilitas sistem keuangan bisa dipisahkan dari dinamika politik seperti Pilkada atau Pilpres,” kata Gubernur BI Agus Martowardojo di Jakarta, Selasa.
Agus menyebutkan Indonesia sudah “terbiasa” menghadapi padatnya agenda politik. Indonesia juga, lanjut Agus, dapat menghindari gangguan tingginya tensi politik terhadap perekonomian. “Kita harus melihat sejarah. Di sejarah kita dalam empat tahun ini, Pilkada selalu ada bahkan sekali sesaat ada Pilpres. Tetapi setiap kali kita melakukan itu, stabilitas sistem keuangan terjaga,” ujarnya.
Pada 2018, kondisi politik Indonesia akan dipadati171 Pilkada dan juga persiapan Pilpres 2019. Masing-masing partai politik dan koalisi sudah ancang-ancang memenangkan Pemilu tahun depan.
Potensi gangguan dari dinamika politik di 2019 juga menjadi salah satu sorotan Lembaga Pemeringkat Moody’s Investor Service yang mengingatkan Pilkada dapat mempengaruhi efektivitas reformasi kebijakan ekonomi di Indonesia.














