Afifa menambahkan, bahwa tahun lalu MAMI juga terus memperluas jalur distribusi reksa dana kelolaannya melalui penandatanganan kerja sama dengan tiga mitra distribusi baru.
Kini produk reksa dana MAMI telah tersedia di 34 mitra distribusi, yang terdiri dari 22 mitra bank dan 12 mitra non-bank.
Berkat dukungan para mitra distribusi ini, jumlah investor yang mempercayakan pengelolaan dananya pada MAMI pun bertambah sekitar 134% hingga mencapai lebih dari 1,5 juta investor per akhir tahun 2021.
Sebagai penutup, Afifa menjelaskan perkembangan MAMI hingga akhir kuartal pertama tahun 2022.
“Kami sangat berterima kasih atas dukungan seluruh mitra distribusi MAMI, serta kepercayaan yang diberikan oleh para investor institusi dan individu kepada MAMI. Di tengah kondisi pasar finansial global yang volatil serta berbagai tantangan lainnya yang dihadapi oleh industri di sepanjang akhir Maret 2021 hingga akhir Maret 2022, kami berhasil mencatatkan pertumbuhan dana kelolaan atau AUM reksa dana sebesar 14,3% YoY hingga mencapai Rp59,6 trilun pada akhir Maret 2022,” terangnya.
Angka pertumbuhan ini jauh melampaui industri yang tumbuh sebesar 0,41% YoY Maret 2022.
“Kami berhasil mempertahankan posisi MAMI di peringkat pertama dalam daftar perusahaan manajer investasi dengan AUM reksa dana terbesar di Indonesia. MAMI merupakan satu-satunya manajer investasi di Indonesia dengan double digit market share, yaitu sebesar 10,5%. Pertumbuhan AUM reksa dana MAMI tentunya memberikan kontribusi penting bagi pertumbuhan total AUM MAMI. Pada periode satu tahun terakhir, total AUM MAMI tumbuh sebesar 10,7% YoY hingga mencapai Rp109,4 triliun pada akhir Maret 2022,” pungkasnya















