Menurut Katarina, “Potensi pertumbuhan pasar saham tahun 2019 diperkirakan akan lebih baik dibandingkan tahun 2018. Penyesuaian ekspektasi investor di tahun 2018 – setelah apa yang terjadi di sepanjang tahun 2018 – membawa valuasi ke level yang lebih rendah dari rata-rata lima tahun terakhir. Kepemilikan asing juga sudah sangat rendah, namun di lain pihak pertumbuhan laba korporasi tetap bagus. Laporan keuangan korporasi terakhir menunjukkan hasil yang cukup baik, sehingga diharapkan momentum dapat berlanjut di tahun 2019.”
Peluang investasi
Kondisi pasar global sedikit banyak akan mempengaruhi kondisi domestik Indonesia, terutama dari iklim bunga dan mata uang. Sinyal moderasi pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat dan The Fed yang tidak terlalu agresif, akan membuat tekanan nilai tukar Rupiah mereda, sehingga kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia diperkirakan sudah mendekati puncak atau tahap akhir.
Director & Chief Investment Officer, Fixed Income MAMI Ezra Nazula, mengatakan, tekanan terhadap pasar obligasi di tahun 2019 sudah jauh berkurang. Fundamental ekonomi relatif lebih terjaga. Langkah preemtif pemerintah dan Bank Indonesia untuk memperbaiki postur fiskal, defisit neraca berjalan dan volatilitas nilai tukar rupiah mendapat respon positif dari investor.













