Proyeksi MAMI, sampai akhir tahun ini mungkin saja masih bisa terjadi satu kali lagi pemangkasan BI Rate.
“Ke depannya, bauran kebijakan pemangkasan BI Rate dan injeksi likuiditas pemerintah diharapkan dapat mempercepat penurunan suku bunga kredit dan deposito, yang pada akhirnya dapat meningkatkan aktivitas ekonomi,” jelasnya.
Menyinggung soal injeksi likuiditas, di bulan September kemarin memang berbagai kebijakan pro growth bertubi-tubi diluncurkan, mulai dari pemindahan dana pemerintah dari BI ke bank-bank BUMN untuk meningkatkan likuiditas, pemangkasan BI rate, serta stimulus 8-4-5 yang merupakan stimulus jilid ketiga tahun ini.
“Tapi kita lihat, dua stimulus pertama saja belum terlalu berdampak?,” jelasnya .
Bauran kebijakan fiskal dan moneter yang lebih agresif diharapkan dapat mulai secara gradual berdampak positif ke ekonomi.
Secara umum, berdasarkan data historis memang terdapat jeda transmisi kebijakan pro pertumbuhan kepada ekonomi riil (yang diasumsikan terwakili dengan kenaikan loan growth).
BI memperkirakan transmisi penurunan suku bunga akan terasa pada perekonomian dalam 1,5 tahun.
Namun kita juga harus ingat, pemangkasan BI Rate sudah secara gradual terjadi sejak September 2024, jadi kita berharap perbaikan kondisi ekonomi dapat secara gradual terjadi tahun 2026.















