Dalam Webinar tersebut, Pemerintah dan Perusahaan di Korea Selatan mengakui bahwa Korea Selatan sangat membutuhkan tenaga kerja asing demi mendukung kegiatan perekonomian di sana.
Dari sisi Pertanian, Korea Selatan sangat membutuhkan impor porang. Hal ini dinilai sebagai peluang kerjasama sebagai bentuk upaya menggenjot perekonomian Indonesia.
“Respon para peserta dan interaksi antar pembicara sangat baik, semua pihak saling berdiskusi sesuai dengan target yang kita berusaha capai. Korea sangat membutuhkan dukungan tenaga kerja asing dan support impor produk pertanian, sedangkan Indonesia membutuhkan solusi untuk masalah pengangguran serta pemasaran hasil bumi. Sayangnya, COVID19 saat ini masih membatasi” tutur Yoyok Pitoyo yang berperan sebagai Moderator dalam Webinar tersebut.
Yoyok Pitoyo menilai bahwa langkah konkrit perlu dilakukan sebagai tindak lanjut atas pembahasan yang telah dilakukan.
“Setidaknya perlu Memorandum of Understanding yang diikuti dengan Technical Meeting sehingga dapat disusun suatu skema Perjanjian Kerja Sama” tambahnya.
“Kami harap tentunya akan ada dukungan lebih jauh dari pemerintah pusat”, pungkas Yoyok Pitoyo.















