JAKARTA- Perusahaan Asuransi Jiwa Manulife Indonesia membukukan pendapatan kotor premi bisnis baru di 2012 senilai Rp 5,5 triliun atau meningkat 19 persen dibandingkan 2011 sebesar Rp 4,7 triliun. Pertumbuhan ini didukung menguatnya lini bisnis asuransi individu, termasuk Syariah dan Employee Benefits, serta jalur distribusi Bancassurance, Agency dan Employee Benefits yang semakin berkembang. “Hasil merupakan catatan tertinggi dalam sejarah Manulife karena pertumbuhan hampir terjadi setiap lini bisnis yang ada,” ujar Presiden Direktur Manulife Indonesia, Chris Bendel dalam acara Annual Business Result 2012 di Jakarta,” Rabu (1/5).
Dia menambahkan, total pendapatan premi meningkat dari Rp 7,1 trilun pada akhir 2011 menjadi Rp 8.4 triliun sepanjang 2012. Sementara itu, total aset yang dikelola terkait bisnis asuransi jiwa (tidak termasuk pensiun) meningkat sebesar 30 persen dari Rp 21,8 triliun di 2011 menjadi Rp 28,4 triliun pada akhir 2012. “Total premi bisnis baru (berdasarkan Annual Premium Equivalent)) mengalami pertumbuhan mencapai 37 persen dari Rp 1,1 triliun menjadi Rp 1,5 triliun pada 2012,” ujar dia.
Chris memaparkan, salah satu kontributor pertumbuhan yang cukup besar adalah keputusan perusahaan menjalin kerjasama dengan Bank Danamon, sebagai salah satu jalur distribusi produk Manulife (bancassurance).













