Seperti diakuinya, judul tulisan tersebut diaambil dari salah satu puisi seniman serba bisa Remy Sylado.
Tulisan ini menohok Jakarta yang menurutnya pada Pilgub 2017 telah terciderai perilaku memilukan dan memalukan. Melalui tulisan tersebut, ia sudah mengingatkan Anies untuk bekerja sungguh-sungguh, bukan hanya menebar kata-kata indah nan memukau.
Beralasan penulis meminta Anies untuk tidak terlalu banyak bicara, sebab setelah dilantik pun, sang gubernur masih banyak bicara untuk menyalahkan pendahulunya, tidak segera bekerja untuk mengatasi berbagai persoalan Jakarta.
“Berhentilah berkampanye dan mencari, apalagi mencari-cari kesalahan orang lain. Bekerjalah sungguh-sungguh. Sebab jika Anda gagal, sudah pasti Anda akan menjadi seteru dan bulan-bulanan, bukan hanya bagi yang tidak memilih, tapi juga bagi yang memilih,” tulisnya pada halaman 82.
Bagi penulis, Anies tidak boleh gagal dan kalah dalam mengurus Jakarta, sebab jika gagal dan kalah, tak ada orang lagi yang mendengarkannya.
Bagaimana mau menjadi Presiden Indonesia, jika gagal mengurus Jakarta?
Penulis lalu mengutip sepenggal syair Ibu Kota, Kota Ibu: Bagaimana mungkin orang bisa dipercaya bicara/ jika ia berada dalam kelas yang kalah/ seperti kini Jakarta disesaki olehnya…//












