JAKARTA – Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB Usman Husinmenyoroti maraknya peredaran pupuk palsu di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dia meminta Kementerian Pertanian (Kementan) untuk turun tangan mengecek dan mengatasi persoalan yang merugikan petani itu.
Usman mengatakan, persoalan pupuk palsu itu sudah dia sampaikan di beberapa forum.
Salah satunya saat dirinya menghadiri kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Komisi IV DPR bersama PT Pupuk Indonesia di di Hotel Mulia Jakarta, pada Selasa (18/2/2025).
Dalam diskusi yang bertajuk Implementasi Pepres 6/2025 tentang Tata Kelola Pupuk Bersubsidi itu, Usman Husin menyampaikan kekhawatirannya mengenai maraknya peredaran pupuk palsu di wilayah Provinsi NTT.
Usman Husin meminta agar PT Pupuk Indonesia dan Kementerian Pertanian (Kementan) segera menurunkan tim untuk mengecek peredaran pupuk palsu di NTT.
Persoalan itu sudah meresahkan para petani.
“Kami meminta Kementan dan PT Pupuk Indonesia mengecek langsung ke lapangan guna memastikan penyaluran pupuk subsidi yang tepat sasaran serta mengatasi masalah peredaran pupuk palsu yang bisa mengganggu produktivitas pertanian,” ujarnya Jumat (21/2/2025).
Usman Husin menegaskan, peredaran pupuk palsu dapat merugikan petani dan berdampak pada ketahanan pangan nasional.















