JAKARTA, BERITAMONETER.COM – Manajemen PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) berencana untuk melakukan pemecahan nilai nominal saham (stock split) DSSA, dari Rp25 menjadi Rp1 per saham (1:25) pada Maret 2026.
Setelah rencana stock split ini dilaksanakan, maka jumlah saham beredar DSSA meningkat menjadi 192,638 miliar unit dari sebelumnya 7,705 miliar unit.
Alasan dan pertimbangan manajemen melakukan stock split karena harga saham DSSA saat ini relatif tinggi. Kondisi ini menyebabkan nilai pembelian untuk 1 (satu) lot saham Perseroan hanya terjangkau oleh sebagian kecil investor. Hal ini pada akhirnya berdampak pada keterbatasan likuiditas perdagangan saham Perseroan.
Manajemen DSSA dalam prospektus rencana stock split, dikutip Selasa (03/2/2026) mengatakan, aksi korporasi Perseroan ini terlebih dahulu akan dimintakan persetujuan kepada pemegang saham Perseroan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) DSSA pada 11 Maret 2026.
Menurut manajemen, pemecahan nominal saham DSSA bertujuan meningkatkan jumlah lembar saham Perseroan yang beredar, sekaligus menjadikan harga per lembar saham Perseroan lebih terjangkau bagi berbagai kalangan investor.
Selain itu, stock split juga dimaksudkan untuk menjangkau basis investor yang lebih luas. Sehingga dapat menambah jumlah pemegang saham Perseroan dan memperkuat struktur kepemilikan saham Perseroan.















