JAKARTA – PT Intiland Development Tbk (DILD) optimistis target pra-penjualan (marketing sales) di sepanjang tahun ini bisa mencapai Rp2 triliun, meskipun di Kuartal I-2025 industri properti dibayangi pelemahan daya beli dan perlambatan pertumbuhan ekonomi.
“Realisasi marketing sales di Kuartal I-2025 masih inline dengan target kami di sepanjang 2025 yang sebesar Rp2 triliun,” kata Direktur Utama DILD, Archied Noto Pradono usai pelaksanaan RUPS Tahunan Intiland Tahun Buku 2024 di Jakarta, Rabu (28/5).
Dia mengungkapkan, selama tiga bulan pertama tahun ini DILD mencatatkan marketing sales sebesar Rp469 miliar atau meningkat 84,7 persen (year-on-year).
“Pada awal tahun ini industri properti memang menghadapi kondisi pelemahan daya beli dan pertumbuhan ekonomi pun di bawah 5 persen,” imbuhnya.
Namun, jelas Archied, DILD meyakini bisa mencapai target pre-penjualan tahun ini, karena perseroan akan mengoptimalkan kinerja operasional pada sejumlah produk eksisting.
“Apalagi bunga bank juga masih stabil dan konsumen kami juga diharapkan tetap stabil. Kami tetap optimistis kinerja operasional maupun keuangan tetap baik,” ucap Archied.
Intiland membukukan kinerja penjualan yang solid per Kuartal I-2025, salah satu faktor utama yang mendorong raihan marketing sales adalah peningkatan signifikan pada segmen kawasan industri.














