JAKARTA-Perusahaan asal Jepang Marubeni Corporation akan memperluas investasi di sektor pembangkit tenaga listrik dengan kapasitas 1.000 megawatt (MW) di Cirebon, Jawa Barat. Nilai investasi yang ditanamkan dalam proyek tersebut sebesar USD 2 miliar atau sekitar Rp 20 triliun.Pembangunan tersebut merupakan penambahan dari pembangkit listrik tenaga uap yang sudah dibangun di Cirebon dengan kapasitas 660 MW. Hal tersebut disampaikan Menteri Perindustrian Mohamad S Hidayat seusai menerima kunjungan Corporate Advisor Marubeni Corporation Wataru Yoshida di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Kamis (18/7).
Seperti diketahui, pembangkit tenaga listrik tersebut akan dikelola oleh Cirebon Electric Power (CEP), yang merupakan perusahaan patungan antara Marubeni, Korea Midland Power, Korea’s Samtan Corporation Ltd, dan Indika Energi. Bahkan, pembangunan pembangkit baru ini direncanakan ada tambahan investor baru asal Jepang. Menperin mengatakan, prosedur tender untuk proyek ini berada di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). “Keputusannya ditentukan Kementerian ESDM melalui semacam beauty contest. Marubeni saat ini masih bekerja sama dengan Indika Energy dan pihak Korea. Mungkin juga akan ada investor dari Jepang. Kalau memang dengan sistem tender, mereka bersedia ikut,” jelas Hidayat.














