Dari data Kementerian Keuangan RI sampai dengan tanggal bulan ini diketahui sebanyak Rp 16,57 triliun atau 80 persen dari Rp 20,7 triliun dana desa yang dialokasikan dalam APBN 2015, telah disalurkan dari Pusat kepada Pemerintah Kabupaten/Kota se Indonesia.
Dia optimis dana desa dapat memulihkan kondisi perekonominan nasional, khususnya desa. Dana desa, kata dia, sudah disebar dan diharapkan digunakan untuk pembangunan infrastruktur di desa. “Dana desa yang sudah diterima desa langsung digunakan untuk membangun berbagai infrastruktur desa seperti jalan desa, irigasi, jalan usaha tani, sanitasi, embung, dan lainnya, hal ini besar sekali dampaknya terhadap pemulihan ekonomi desa yang tadinya ikut terkena imbas melambatnya perekonomian nasional,” ujarnya.
Menurut dia, dampak positif dari proyek-proyek infrastruktur tersebut dapat langsung dirasakan masyarakat desa. Perekonomian desa akan pulih dan bergerak cepat karena berbagai aktifitas usaha ekonomi muncul dan berkembang. “Selain menyerap langsung banyak warga desa yang bekerja di proyek-proyek infrastruktur desa, juga muncul berbagai kegiatan usaha ekonomi yang terkait langsung maupun tidak langsung dengan proyek-proyek desa, seperti usaha material, usaha kuliner, usaha pakaian, jasa transportasi, dan usaha lainnya yang terkait dengan pemenuhan kebutuhan proyek dan para pekerjanya” pungkasnya.














