“Harga beras premium di Pasar Kertek Wonosobo ini unik karena harganya di bawah HET beras premium. Sedangkan, beras medium secara resmi tidak tersedia di sini, namun beras yang setara dengan beras medium lebih tinggi harganya. Adapun beras Bulog juga tidak ditemukan di pasar ini sehingga kami akan hubungi Bulog untuk menyalurkan stok beras ke sini,” ujar Enggar.
Mendag Enggar melanjutkan, sesuai rakortas dan arahan Presiden, beras medium yang terjangkau oleh masyarakat harus tersedia di pasar rakyat dan diberikan margin yang cukup bagi pedagang.
Selain itu, Mendag Enggar juga menambahkan bahwa pemerintah tetap perlu menempuh tiga langkah antisipatif untuk menjaga kondisi stabil ini.
Langkah-langkah tersebut adalah mengidentifikasi ketersediaan pasokan dan memantau harga secara nasional di masing-masing daerah; mengidentifikasi kesiapan instansi dan pelaku usaha untuk menghindari kekurangan stok atau gangguan distribusi; serta meningkatkan pengawasan barang beredar agar masyarakat terhindar dari barang kedaluwarsa, barang ilegal, serta barang impor yang tidak aman dikonsumsi atau digunakan.
“Pemerintah Pusat akan terus berkoordinasi dengan seluruh kantor dinas yang membidangi perdagangan di daerah untuk menjaga stabilisasi harga dan pasokan bapok,” imbuh Mendag Enggar.















