Ketua Pagar Nusa NU, Nabil Haroen mengakui jika akhir-akhir ini masih muncul polariasi SARA yang ingin memecah-belah bangsa ini. Namun, NU akan terus mengawal PBNU (Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika), NKRI dan UUD NRI 1945. “Termasuk menjaga kesetaraan warga negara dalam politik keindonesiaan. Karena itu pula tak boleh ada sebutan ‘kafir’ bagi non muslim dalam berbangsa dan bernegara ini,” kata Nabil.
Sementara itu menurut Pangi, kebhinekaan ini suatu keniscayaan. “Justru kita makin kuat karena berbhinneka tunggal ika. Ibarat ada sebelas kamar dalam satu rumah, begitu keluar rumah semuanya tetap bersatu. Seharusnya sudah final dan tak lagi membahas toleransi dan kebhinekaan,” ungkapnya.













