“Kalau merujuk data tersebut, saat ini tidak ada negara di dunia yang bisa mencapai di atas 30 persen,” ujarnya. Sementara itu,
negara-negara dengan kontribusi industrinya di bawah rata-rata 17
persen, antara lain Meksiko, India, Italia, Spanyol, Amerika Srikat,
Rusia, Brasil, Perancis, Kanada dan Inggris.
“Bahkan, sekarang pertumbuhan ekonomi global tidak lagi dua digit. Di China saja single digit
. Namun, Indonesia
merupakan negara terbesar di Asean, ekonominya sudah masuk dalam klub
USD1 triliun, atau sepertiga dari ekonominya Asean,” imbuhnya.
Sementara,
jika dilihat dari pertumbuhan ekonomi, Indonesia mampu mencapai 5,2
persen atau di atas rata-rata perolehan Asean sebesar 5,1 persen.
Artinya, Indonesia berperan penting dalam memacu perekonomian di Asean.
Menperin menambahkan, Asean
merupakan mesin kedua terbesar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi
dunia, setelah kontribusi dari China. Kawasan Asia Tenggara yang
memiliki lebih dari 500 juta jiwa penduduk ini, dinilai menjadi pasar
potensial dalam membangun basis produksi manufaktur.
“Dengan adanya perang dagang antara China dan Amerika Serikat, Indonesia juga diuntungkan. Pertama, investasi di antara kedua negara itu meminta negara lain untuk ikut berpatisipasi, termasuk Indonesia,” tuturnya.













