Tokoh muslim Hasyim Wajmahing mengemukakan Indonesia ini bukan hanya warga Jakarta saja atau warga Muslim saja.
Indonesia adalah negara yang dihuni oleh berbagai suku, ras dan agama.
Karena itu, tidak ada alasan untuk meniadakan yang lain.
Antar suku, agama dan ras yang berbeda harus saling harga-menghargai dan hormat-menghormati.
“Kami ingin mengajak seluruh bangsa ini menjaga kebhinekaan. NTT yang memulainya. Harapannya, propinsi-propinsi yang lain juga melakukan hal yang sama. Mau jadi apa bangsa ini kalau kebhinekaan ditiadakan?” kata Hasyim.
Dia berharap penggunaan atribut-atribut agama dalam meraih kekuasaan harus diakhiri.
Jangan memobilisasi massa dengan memakai atribut agama dengan tujuan untuk meraih kekuasaan.
“Kami warga NTT memulai merawat kebhinekaan ini. Kami mengambil inisiatif untuk membangun silahturami dan komunikasi dengan semua elemen bangsa untuk merawat kebhinekaan,” tegasnya.
Terkait dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh calon gubenur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), dia meminta semua pihak harus menghormati proses hukum yang sedang dilakukan.
Polri sudah memeriksa Ahok dan sejumlah saksi.
Polri juga menjanjikan gelar perkara secara terbuka.
“Jangan memaksa kehendak. Hormati proses hukum yang ada. Ini negara hukum. Kami masyarakat NTT akan tunduk pada hukum apapun putusan terhadap kasus yang ada,” tutupnya.













