WONOSARI-Keragu-raguan dan menguji ideologi Pancasila dan mencoba dengan ideologi baru dinilai merupakan kerjaan yang sia-sia. Pancasila telah teruji melindungi segala perbedaan yang ada di tengah masyarakat Indonesia dan itu telah terbukti dalam perjalanan sejarah kemerdekaan Indonesia. Dengan menjadi dasar negara, Pancasila akan tumbuhkembang dalam lintas generasi bangsa sebagai dasar pemikiran, sikap, perkataan dan perbuatan dalam merawat kehidupan damai Indonesia.
Oleh karena itu, untuk menghilangkan keragu-raguan atas ideologi Pancasila, masyarakat Gunung Kidul, Yogyakarta menghidupkan lagi budaya “sapa aruh” (Saling Menyapa) untuk meningkatkan kepedulian antar warga masyarakat tanpa harus mempersoalkan perbedaan.
Budaya ini diharapkan dapat menghilangkan sekat-sekat solidaritas yang selama ini terhambat oleh pemikiran sempit warga masyarakat atas isu perbedaan keyakinan.
Penegasan ini merupakan kesimpulan dari sarasehan kebangsaan Forum Lintas Iman (FLI) yang diadakan untuk memperingati lahirnya Pancasila 1 Juni di Gunungkidul, Yogyakarta, Rabu (31/5).
Selain sarasehan, FLI juga menggelar serangkaian kegiatan doa bersama dan tumpengan yang berpusat di halaman gedung DPRD Gunungkidul.














