BANDAR LAMPUNG-Masyarakat Indonesia ternyata masih enggan berinvestasi di pasar modal, meski banyak wilayah di Indonesia yang masyarakatnya mampu secara ekonomi dan berpotensi sebagai basis investor.
Berdasarkan data yang ada, secara nasional masih kurang dari setengah persen saja masyarakat yang telah memanfaatkan dananya di modal sebagai pilihan sarana penanaman modal atau investasi.
Kepala Unit Komunikasi PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Zylvia Thirda mengatakan masyarakat masih merasa lebih nyaman untuk melakukan kegiatan investasi secara konvensional, diantaranya yang paling populer adalah tanah/properti dan emas.
“Bahkan bagi sebagian masyarakat, masih umum yang mengganggap penempatan dana dalam bentuk deposito di bank sebagai bentuk investasi,” jelasnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) provinsi Lampung yang dikutip dari laman https://lampungprov.go.id, jumlah dana masyarakat Lampung yang tersimpan di Bank dalam bentuk tabungan, giro dan deposito per tahun 2013 tercatat sekitar Rp 28 triliun.
Banyaknya jumlah dana masyarakat, rupanya belum diimbangi dengan pengetahuan berinvestasi yang memadai.
Dari jumlah tersebut, ternyata sektor jasa keuangan belum seluruhnya dikenal dengan baik oleh masyarakat Lampung, termasuk industri pasar modal.












