Di provinsi Lampung sendiri, jelasnya dana dalam bentuk deposito jumlahnya cukup besar dibandingkan dengan tabungan.
Berdasarkan data BPS provinsi Lampung per tahun 2013, jumlah deposito telah mencapai sekitar Rp 15 triliun, hampir 2 kali lipat dari jumlah tabungan yang sekitar Rp 8 triliun.
Masih kurangnya pemahaman mengenai pentingnya investasi dan juga keterbatasan informasi maupun sarana yang tersedia untuk melakukan investasi merupakan salah satu kendala utama mengapa masyarakat belum banyak mengenal cara dan pilihan berinvestasi, khususnya investasi di pasar modal.
“Program sosialisasi dan edukasi bagi masyarakat mengenai investasi di pasar modal merupakan menjadi program rutin yang diselenggarakan secara berkesinambungan, hal ini perlu didukung dengan pengembangan infrastruktur yang mempermudah akses masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal,” ungkapnya
Menurutnya, terobosan terbaru yang telah diimplementasikan KSEI adalah sinergi pasar modal dan industri perbankan melalui kerja sama pengembangan Co-Branding Fasilitas AKSes dengan ATM Bank, salah satunya dengan PT Bank Mandiri (Persero), Tbk.
Program ini merupakan langkah konkrit KSEI dalam membangun infrastruktur bagi masyarakat agar dapat dengan mudah melakukan investasi di pasar modal.












